52 Santri Ponpes Lirboyo se Eks Distrik Majenang Diberangkatkan

Cilacap – Babinsa Koramil 13 Majenang Pelda Muriyanto bersama aparat terkait memantau Pemberangkatan 52 Santri ke Pondok Pesantren Lirboyo Kecamatan Mojoroto kota Kediri Jawa Timur se-Eks Distrik Majenang, bertempat di Aula SMP Diponegoro Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (23/5) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI Hj.Tety Rohatiningsih,S.Sos, Camat Majenang Iskandar Zulkarnaen,S STP.,M.Si, Babinsa Koramil 13/Majenang Pelda Muriyanto, Bhabinkamtibmas Polsek Majenang  Aiptu Kusriyanto, Kades Sindangsari  Ahmid, Rois Syuriyah MWC NU Majenang KH Drs.Musbihin,M.M, Rois Syuriyah MWC NU Cimanggu KH Ali Mushobar.

Turut hadir, Ketua MWC NU Majenang KH Hizbulloh Huda, S.H, Ketua MWC NU Cimanggu KH Saiful Majid Darkino, Ketua Himasal Distrik Majenang Gus Junaidi Abdillah, Pengasuh Pontren Pembangunan Miftahul Huda Majenang KH Mazin Al Hajr, Pengasuh Pontren Pembangunan Miftahul Huda Majenang KH Muhammad Salim, Kepala Desa Sindangsari  Amid, dan para santriwan/santriwati beserta wali santri.

Ketua MWC NU Majenang oleh KH Hizbulloh Huda, S.H berpesan kepada para santri yang akan menimba ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo agar sentiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bersungguh sungguh dalam menyerap ilmu dan patuh kepada para guru.

“Jadi santri itu tidak harus pinter, tapi yang paling penting adalah taat pada gurunya. Selain itu seorang santri ya makanan nya mengaji, jadilah santri yang mempeng (bersungguh-sungguh) ngajinya, bukan mempeng matanya merem kakinya lempeng atau sukanya tidur, karena itulah kelebihan seorang santri,” pesannya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Hj. Tety Rohatiningsih,S. Sos menyampaikan bahwa santri merupakan generasi penerus para ulama yang kelak akan memimpin umat. Untuk itu semenjak di Pondok Pesantren para santri harus dididik dengan baik agar menjadi insan yang berakhlak sehingga nantinya muncul bibit-bibit pemimpin yang amanah.

“Apa yang sedang ditempuh para santriwan dan santriwati  adalah jalan yang benar, menuntut ilmu yang berguna untuk dirinya, agamanya dan lebih luas dalam berbangsa dan bernegara. Kami berharap kelak para santri akan menjadi generasi Indonesia masa depan yang berakhlakul karimah,” harap Tetty. Oke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *